Kargo Udara AUTO Logistics Bandara Soekarno Hatta

Saat ini banyak Perusahaan Ekspedisi Kargo yang bergerak dalam perdagangan lebih mementingkan proses bisnisnya serta memerhatikan memerhatikan adanya perubahan-perubahan peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam formalitas ekspor-impor (Samekto, 2014) . Mereka lebih menyukai menyerahkan permasalahan pengurusan penyelesaian pengiriman barangnya di Pelabuhan Kapal Tanjung Priok Laut dan Bandara Soekarno Hatta Kargo Udara ke Perusahaan Ekspedisi Muatan Pesawat Udara (EMPU) atau Freight Forwarding (FF) Pusat Kawasan Berikat Kargo Ekspedisi AUTO Logistics.

Hal ini membuat pengetahuan mengenai Perusahaan Kargo Ekspedisi AUTO Logistics sangat dianjurkan agar banyak perusahaan perdagangan dapat mengetahui proses apa saja yang terjadi didalam proses pengiriman produk-produknya baik berupa dokumen sampai Perishable Good (Produk yang mudah rusak)  (Yunianto, 2011).

Sebagai penjelasan mengenai proses apa yang terjadi dalam ekspedisi udara akan dilakukan melalui studi kasus di Perusahaan Cargo di Kargo Ekspedisi AUTO Logistics . Kargo Ekspedisi AUTO Logistics adalah perusahaan Freight Forwarding yang menyediakan udara, laut dan transportasi darat manajemen pelayanan. AUTO Cargo memulai bisnis sebagai agen tunggal umum Mandala Airlines. Sukses dalam industri kargo udara, perusahaan memperluas bisnis sebagai operator pergudangan Domestik dan Internasioanal. Selain itu AUTO Logistics juga melibatkan jasa Kurir Kota. Dua puluh satu kantor cabang dengan tiga divisi di seluruh Indonesia adalah bagaimana AUTO Logistics ditandai jaringan dan perusahaan kehandalan mereka dalam bisnis jasa manajemen transportasi. Staf yang bertanggung jawab dan sangat pengalaman profesional dan ahli berdedikasi adalah dasar dari latar belakang budaya perusahaan dalam menjalankan bisnis. Memberikan hak pelayanan dan customer value telah membuat AUTO Logistics sebagai perusahaan Freight Forwarding dipercaya dengan menawarkan solusi yang efisien biaya yang terbaik bagi pelanggan domestik dan internasional.

Kargo merupakan barang-barang yang dikirim melalui peswat yang dilengkapi dengan Surat Mautan Udara (SMU) dimana terdapat beberapa jenis barang kargo yang akan dibahas dalam jurnal ini seperti special cargo yang terbagi menajadi perishable good (barang yang mudah rusak oleh suhu dan waktu), live human organ ( organ tubuh manusia yang akan didonorkan), Human remain ( jasad manusia yang sudah meninggal, yang terbagi menjadi lagi menjadi yang sudah di kremasi maupun belum di kremasi), serta dangerous good ( benda yang berbahaya apabila
tidak ditangani secara khusus). Kemudian akan terdapat proses material handling dari setiap jenis produk kargo seperti penerimaan (Acceptance), timbang barang, Pembuatan dokumen angkut (Documentation), build-up / break-down dari dan pallet/container atau gerobak, penarikan dari gudang ke pesawat dan sebaliknya, loading ke pesawat dan unloading dari pesawat , penyimpanan (storage), dan pengiriman (delivery).
Penelitian ini dilakukan karena terkadang terdapat keluhan yang dirasakan pengguna kargo mengenai adanya produk yang dikirim ternyata salah antar, terdapat kemasan yang rusak, ataupun jumlahnya tidak tepat. Untuk menangani hal tersebut penulis akan menjelaskan proses yang terjadi didalam kargo sehingga konsumen dapat mengetahui kegiatan apa yang terjadi dan mengetahui apa yang harus dilakukan apabila terjadi kerusakan atau kehilangan terhadap produk yang konsumen kirimkan. Didalam jurnal ini akan dibahas urutan proses pengiriman
produk mulai dari proses pengurusan dokumen pengiriman, proses pembungkusan produk, sampai konsumen. Artikel ini bertujuan untuk untuk menjelaskan proses pengiriman produk kargo, mulai dari awal proses pengecekan dan pengurusan surat terbang, proses pengepakan, proses pengiriman dan proses penerimaan produk sebelum sampai ke tangan konsumen.

Kegiatan Kargo AUTO Logistics di Bandara Udara Soekarno Hatta

Dalam proses awal pengiriman sebuah produk adalah mengisi lembar PTI ( Pemberitahuan tentang Isi), yang berisi data nama, alamat, Kartu Identitas (KTP) pengirim, serta data yang menerangkan bahwa kiriman yang akan di serahkan untuk diangkut oleh Dharma Bandar Mandala, setelah itu data yang akan menerangkan nama, alamat dan Surat Muatan Udara (SMU) dengan Nomor Penerbangan, kemudian mengisi data yang berisi barang-barang yang
diangkut seperti jumlah, satuan, penjelasan barang dan beratnya. Setelah itu melakukan proses pemeriksaan dan penimbangan untuk mengetahui apakah produk yang akan dikirim memiliki kesamaan data dengan yang diisi pihak pengirim, setelah terdapat kesaman produk akan dibungkus dan diberikan label SMU yang menyatakan nomor
penerbangan, nama pengirim, nama penerima, jenis barang serta jumlah barang ( Ricardianto, 2014).

Proses Handling muatan/ Barang kiriman:

Dan yang adalah pemasangan stiker sesuai dengan jenis produk, yang telah dijelaskan dengan gambar 1 kemudian keduanya berikan stiker jenis barang yang mudah pecah (Fragile), stiker yang menandakan posisi atas dari kotak Styrofoam (This side up), stiker jenis barang ( ada 4 jenis yaitu Perishable good, Live Human Organ, Human
remain, dan Dangerous good).
Setelah proses pengemasan selesai proses selanjutnya adalah melakukan proses pemeriksaan x-ray dan penimbangan untuk mengetahui apakah produk yang akan dikirim memiliki kesamaan data dengan yang diisi pihak pengirim, untuk mengetahui apakah data produk yang akan dikirim memiliki kesamaan dengan yang dibungkus untuk dikirim, proses selanjutnya adalah mencetak tanda bukti barang yang menyatakan bahwa data yang telah
diberikan oleh customer adalah benar dan sesuai dengan produk yang tersedia, proses selanjutnya adalah masuk gudang hal ini biasanya sementara sebelum produk masukan kedalam pesawat, dalam proses pengurutan didalam gudang terdapat peraturan yang harus diperhatikan yaitu pengurutan cargo harus berdasarkan Check list di Flight Number serta jenis produknya-nya semakin mudah rusak semakin harus didahulukan, setelah itu baru produk masuk kedalam pesawat dan dikirim.

Dalam menempatkan Produk-produk yang akan dikirimkan didalam pesawat maupun didalam gudang
terdapat peraturan yang harus diperhatikan Perusahaan Cargo yang pertama harus dimasukan
terlebh dahulu adalah Bagasi Penumpang pesawat yang akan berangkat, kemudian peletakan produk
Dangerous good yang harus diperhatikan adalah peletakannya harus dalam posisi yang tidak akan
berpindah-pindah,serta dijauhkan dari barang-barang yang dapat menimbulkan api setelah itu penurutan
peletakan produk didalam pesawat sebagai berikut, yang pertama produk kelas 1 bahan/ barang yang
mudah meledak (Explosive material ), kemudian kelas 2 barang/barang terbakar jika ditelan
(Compressed deeply refrigerated) kemudian kelas 3 bahan/barang cairan yang mudah terbakar jika
terkena gesekan (Flammable liquid, tinner alcohol), kemudian produk kelas 4 barang/barang serbuk yang
mudah terbakar/terkena air (carbon dioxide carbide) kemudian produk kelas 5 Bahan/barang yang mudah
menguap yang apabila terhirup oleh manusia/ binatang akan mengantuk/pingsan, kemudian produk
kelas 6 bahan/barang mengandung racun yang sangat berbahaya bila terkena makanan (pestisida,pupuk),
kemudian produk kelas 7 bahan/barang yang mengandung radioaktif/helium dan merkuri, lalu
kelas 8 bahan/barang yang mengandung karat/garam, dan kelas 9 bahan/barang yang dapat menimbulkan
magnet yang akan mempengaruhi kompas pesawat jika cara pemuatannya salah (Besi berbentuk silider
berukuran besar) lalu yang penulis akan menjelaskan peletakan Perishable good dipesawat yang pertama
produk kelas 10 buah-buahan dan sayur-sayuran , kemudian produk kelas 11 daging/makanan hasil laut,
kemudian produk kelas 12 jasad manusia, kemudian kelas 13 donor organ tubuh manusia, kemudian kelas
14 ikan hidup/kura-kura dan yang terakhir kelas 15 binatang hidup. Hal terdapat peraturan pemerintah
yang mengatur mengenai peraturan penempatan produk pengirimina Cargo yaitu Peraturan
Pemerintah no 40 tahun 2012 pasal 1 yang menyatakan “ Kebandaraan adalah segala sesuatu
yang berkaitan dengan penyelenggaraan Bandar Udara dan kegiatan lainnya dalam melaksanakan
fungsi keselamatan, keamanan, kelancaran, dan ketertiban arus lalu lintas pesawat udara, penumpang,
kargo dan/ atau pos, tempat perpindahan intra dan/atau antarmoda serta meingkatkan pertumbuhan
ekonomi nasional dan daerah” dan pertnyataan bahwa

“ Bandar Udara adalah kawasan di daratan dan/ atau perairan dengan batas-batas tertentu yang digunakan sebagai tempat pesawat udara mendarat dan lepas landas, naik turun penumpang, bongkar muat barang, dan tempat perpindahan intra dan antarmoda transportasi, yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan dan keamanan penerbangan, serta fasilitas penunjang dan fasilitas umum lainnya”

Setelah produk sampai ditempat tujuan ada hal-hal yang harus diperhatikan yaitu keutuhan dan segel dalam styrofoam, apabila terdapat kerusakan segel, operator harus memfoto bukti tersebut dan melaporkannya kepada bagian supervisor apabila kerusakannnya berupa kerusakan packaging dapat dilakukan repackaging, namun apabila terdapat kerusakan seperti pecah, tumpah harus langsung diberitahukan kepada customer pengiriman untuk
melakukan claim untuk ganti rugi bisa ke pihak maskapai penerbangan dan bisa ke pihak Cargo hal ini didasarkan kepada penelusuran dokumen yang ikut produk, dari proses mana mulai mengalami kerusakan, peraturan mengenai jumlah claim yang akan di terima customer sesuai dengan harga dari produk yang rusak.

Penerapan SOP Pengiriman Ekspedisi AUTO Logistics

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked